Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan vital dalam berbagai industri, termasuk migas, petrokimia, manufaktur, dan pembangkit listrik. Sebelum pompa-pompa tersebut diimplementasikan pada sistem, diperlukan sebuah pengujian pada pompa untuk menjamin kualitas dari pompa yang akan digunakan pada fabrikan pompa. kegiatan tersebut umum nya disebut FAT atau Factory Acceptance Test.
Jenis pengujian pada saat melakukan FAT pompa sebetulnya bergantung pada ITP (inspection & Test Plan) yang dibuat oleh Quality Engineer. Namun umum nya pengujian pada saat FAT pompa terdiri dari:
1. Pengujian Hydrostatic
Pengujian ini dimaksudkan untuk memeriksa kebocoran pada casing pompa dengan memberikan tekanan di atas tekanan operasi yang diharapkan. umum nya tekanan hidrostatic yang diberikan adalah 1.5 kali dari tekanan desain dari casing pompa.
2. Pengujian Performa
Pengujian perfroma pompa sentrifugal pada saat FAT merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. pengujian ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas pompa sudah sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. terdapat beberapa standar yang digunakan untuk melakukan uji performa, dua diantaranya adalah ISO 9906:2012 dan API 610. ISO 9906 adalah standar internasional yang mengatur metode pengujian hidrolik untuk pompa sentrifugal, termasuk persyaratan akurasi pengujian dan batas toleransi hasil uji. Standar ini banyak digunakan di berbagai industri selain minyak dan gas, seperti manufaktur, HVAC, dan sektor air.
Sedangkan standar pengujian API 610 adalah standar yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute (API) yang secara khusus digunakan untuk pompa dalam industri minyak dan gas. Standar ini lebih ketat dibandingkan ISO 9906 karena pompa dalam industri migas harus beroperasi dalam kondisi ekstrem dengan reliabilitas tinggi.
 |
| FAT pompa sentrifugal |
Pengujian pompa sentrifugal pada saat FAT meliputi pengujian Head dan Flow dan berdasarkan ISO 9906:2012 dua variable tersebut merupakan mandatory item yang harus dilakukan. sedangkan untuk pengujian efisiensi, dan konsumsi daya adalah optional. Dalam artikel ini, penulis membatasi pembahasan terkait pengujian performa pompa sentrifugal menggunakan standar ISO 9906:2012.
Pada standar ISO 9906:2012 terdapat 3 kategori kelas pompa, yaitu: kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Dimana kelas 1 adalah standar paling ketat berdasarkan ISO 9906:2012. Pembahasan mengenai performa pengujian pompa akan dibahas lebih lanjut pada artikel berikutnya.
3. Mechanical run test
Pengujian ini dilakukan bertujuan untuk melakukan pengukuran terhadap vibrasi yang ditimbulkan pada saat pompa beroperasi pada bantalan pompa dan motor penggerak nya. Terdapat dua titik point pengukuran vibrasi, yaitu pada pada sisi yang terletak di ujung non-penggerak (NDE) dan pada sisi diujung penggerak (DE) dan masing-masing titiknya diambil 3 sampel vibrasi (vibrasi dari arah horizontal, vertical, dan aksial) pengukuran vibrasi mengacu pada beberapa standar, namun umum nya mengacu pada standar ISO 10816-3. Metode pengujian ini umumnya dilakukan pada saat pompa bekerja pada 100% flow nya atau 1Q. umumnya pompa akan dioperasikan selama beberapa jam dan pengukuran vibrasi dapat dilakukan dalam interval beberapa menit sekali. misalnya pompa dioperasikan selama dua jam penuh dan setiap 15 menit dilakukan pengukuran vibrasi.
Selain pengukuran vibrasi, dalam Mechanical run test juga terdapat pengujian temperatur bantalan (bearing) dan juga pengujian kebisingan. pengukuran temperatur bearing dimaksudkan untuk mengetahui kondisi bearing apakah dalam kondisi baik atau mengalami aus. temperatur bearing dinyatakan aman adalah ketika temperaturnya tidak boleh lebih dari 93 derajat celcius (jika menggunakan pelumasan minyak dan tidak boleh lebih dari 82 derajat celcius jika menggunakan pelumasan grease (gemuk).
Sehingga kesimpulannya adalah Factory Acceptance Test (FAT) adalah tahap krusial dalam proses pengadaan pompa sentrifugal. Dengan melakukan pengujian pompa secara menyeluruh, potensi masalah dapat dideteksi sejak dini, memastikan kepatuhan terhadap standar, serta meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional. Oleh karena itu, FAT tidak boleh diabaikan.
an
Komentar
Posting Komentar